Kamis, 03 Juli 2014

Belajar Bisnis dari Preman

http://jp.twitter.com/RyanBlair/favorites


Cerita ini adalah tentang Ryan Blair, seorang anak Los Angeles. Tidak seperti anak muda kebanyakan, Ryan terlahir dalam keluarga yang tidak harmonis. Saat berumur 16 tahun, ia harus tinggal di balik jeruji besi setelah sepuluh kali ditangkap karena kenakalan remaja. Beberapa tahun sebelumnya ia kabur dari rumah karena sikap kasar ayahnya yang memiliki ketergantungan terhadap narkotika. Selama hampir setahun ia tinggal di gudang peralatan kakak tirinya dan terlibat berbagai aksi premanisme.

Kini Ryan adalah CEO dari ViSalus Science yang menjual Body By Vi, sebuah program fitness dan weight-loss sukses. Pada tahun 2012 perusahaan ini mampu meraih pendapatan sebesar USD 600 miliar. Apa rahasianya? Berikut adalah beberap tips Ryan seperti dilansir Bloomberg.

1. Jangan biarkan orang merebut minumanmu.

Orang baru di penjara biasanya langsung ditekan oleh penghuni yang lain. Mereka akan mendekat dan memaksamu untuk memberikan susu yang kamu miliki. Jika kamu memberikannya tanpa perlawanan, maka hari-harimu selanjutnya akan lebih berat. Ini juga berlaku dalam bisnis. Orang akan berusaha untuk mengambil uang dari perusahaanmu, baik melalui negosiasi perjanjian bisnis atau mengadukanmu ke pengadilan. Kamu harus tetap berdiri dan berpegang teguh pada prinsip. Sekali kamu membiarkan orang lain mencuri susumu, maka yang lain akan mengikuti.

2. Buat orang lain mendapat kepercayaanmu

Hukum jalanan adalah kamu tidak pernah percaya terhadap orang baru. Dalam sebuah bisnis, kemunduran natural seseorang adalah bila ia mudah percaya kepada semua orang, baik rekan bisnis ataupun relasi finansial. Yang harus kamu lakukan adalah membuat mereka mendapat kepercayaanmu sementara kamu terus memverifikasi motif dan niat mereka.

3. Orang paling kuat belum tentu paling berkuasa

Orang yang paling berkuasa adalah orang yang paling berpengaruh. Tidak hanya dijalanan, ini juga berlaku dalam bisnis. Mungkin kamu paling berkuasa dalam sebuah perusahaan yang kamu dirikan, tapi berhati-hatilah pada rekan yang terlalu berpengaruh.

4. Pengalaman dapat mengalahkan sekedar teori

Retorika, teori dan kata-kata omong kosong jangan sampai membuatmu terpana. Mintalah visi praktis yang dapat membuat sebuah tugas berhasil dilakukan, baik dalam kepemimpinan, manajemen, ataupun proses.

5. Jangan biarkan orang salah menyebut namamu

Dalam sebuah lingkungan, tidak semua orang bahagia dengan kesuksesan yang kamu raih. Banyak pula orang yang dengan gelar tingginya tidak suka dengan bagaimana kamu meraih apa yang kamu impikan. Biarkan saja mereka bicara sesukanya, jangan pernah perhatikan. Satu hal yang harus kamu lakukan, pastikan mereka menyebut namamu dengan benar.

Benar-benar tips yang simpel dan praktis!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar