Minggu, 20 April 2014

Career

Kami mencari part time staff untuk pria / wanita di posisi pekerjaan sebagai berikut :
Posisi :
Support Crew Sukhacitta Academy
Syarat :
- Min. Lulusan D1/sederajat/sedang kuliah S1
- Usia max. 30 tahun
- Berpenampilan menarik, berwawasan luas
- Lebih diutamakan berdomisili di Jakarta
- Mampu menjalankan fungsi support training, memastikan peralatan (projector, screen, sound system, banner, penataan kursi, dsb) dan perlengkapan sesuai standard untuk pelaksanaan training Sukhacitta Academy
- Diutamakan memiliki minat di industri training dan pendidikan
- Mampu bekerja secara team, jujur dan bertanggung jawab
- Memiliki pengalaman di bidang pelaksanaan training adalah nilai plus
- Bisa mengendarai kendaraan bermotor adalah nilai plus
- Pengetahuan tentang Sukhacitta Academy adalah nilai plus

Kebiasaan Mencoba

Sudahkan Anda mencoba melakukan apa yang Anda rencanakan? Sudahkan Anda mencoba mewujudkan apa yang Anda impikan? Sudahkah Anda mencoba melangkah melewati apa yang mungkin Anda anggap sebagai kemustahilan?
"Kebiasaan Mencoba" adalah kunci untuk membuka pintu sukses. Sebab, dari mencoba, Anda akan tahu bagaimana kesalahan, kegagalan, kesulitan, bisa membuka celah bagi masuknya secercah harapan.

Jika belum terbiasa mencoba, lakukan 9 langkah berikut ini:
1. Coba saja dulu.
2. Coba lagi jika belum sukses.
3. Coba lagi dengan cara yang lain.
4. Coba lagi dengan bertanya kepada orang lain.
5. Coba lagi dengan bantuan orang lain.
6. Coba lagi dan pelajari berbagai kemungkinan
7. Coba lagi dan tentukan mana yang mungkin gagal dan berhasil.
8. Terus mencoba lagi, dan lagi.
9. Ingat, Thomas Alva Edison menemukan 9 ribu cara yang gagal, untuk berhasil mencipta lampu pijar.

Selamat mencoba..

Salam sukses Luar Biasa!!

Einstein Ternyata Juga Sering Gagal

Dikenal sebagai orang jenius sejagat, Einstein di masa kecilnya tak menunjukkan tanda-tanda ia sangat pintar. Bahkan ayahnya menganggap Einstein terbelakang mental, penyendiri, dan pemarah (suka melempar barang). Hingga usia empat tahun Einstein tak pernah bicara. Bahkan, sampai berusia tujuh tahun, belum bisa membaca.

Namun minat lelaki kelahiran Ulm, Jerman, 14 Maret 1879 ini pada ilmu fisika sudah dimulai sejak usia lima tahun. Hal itu berawal ketika ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Einstein kecil merasa aneh dengan benda itu, yang seolah-olah di dalamnya ada yang hidup. Sejak itu, ia bertekad mempelajarinya. Ia lantas juga menyukai matematika setelah belajar kalkulus di tahun 1891. Gara-gara kesukaannya pada matematika, ia sampai terobsesi menjadi guru matematika. Meski begitu, untuk mengejar cita-citanya menjadi guru tak gampang.

Pada saat usia 15 tahun, orangtuanya pindah ke Milan, Italia, sedangkan ia tetap tinggal di Jerman agar bisa meneruskan sekolahnya. Namun setahun kemudian ia justru pindah ke Swiss karena ingin melanjutkan sekolah ke Eidgenössische Technische Hochschule (ETH, Sekolah Politeknik Swiss) di Zurich. “Saya ingin sekolah di Zurich untuk mempelajari matematika dan fisika selama empat tahun, lalu jadi guru bidang pelajaran itu. Itulah rencana saya,” kisahnya suatu ketika.

Namun ia gagal saat mengikuti tes masuk pada tahun 1895. Einstein tak kapok dan bertekad mencobanya lagi tahun berikutnya. Untuk mempersiapkan seleksi tahun berikutnya, ia belajar di sebuah sekolah di Arrau, Swiss. Akhirnya ia lolos seleksi dan mulai belajar di ETH pada tahun 1896 dan lulus tahun 1900.

Sayangnya ia tak mendapatkan pekerjaannya sebagai guru. Ia pernah mencoba jadi dosen di almamaternya ETH, tetapi gagal. Tiga temannya, termasuk sahabatnya, Marcel Grossmann, bisa menjadi asisten di ETH, namun Einstein tak tertarik jika hanya menjadi asisten.

Akhirnya ia menjadi guru matematika di sebuah SMA di Winterthur pertengahan 1901. Menurutnya, kala itu ia sudah menyerah untuk terus merengek minta pekerjaan di universitasnya. Ia juga menjadi guru honorer di sebuah sekolah swasta di Schafhausen.

Ayah Grossmann kemudian mencoba mencarikan pekerjaan buatnya yang membuat Einstein bisa bekerja di kantor paten di Bern. Einstein bekerja di kantor paten dari tahun1902 hingga 1909. Selama bekerja, Einstein terus mengembangkan ilmunya dan meraih gelar doktor pada tahun 1905 dari University of Zurich. Tesis doktornya ia persembahkan buat Grossmann yang sudah membantunya.

Pada tahun 1905 ini, ia menulis tiga paper yang salah satunya membahas apa yang sekarang disebut teori relativitas. Setelah itu paper-paper-nya bermunculan. Di sana ia mengemukakan berbagai macam teori yang telah dikembangkan. Setiap gagasan yang ia kemukakan dalam paper itu, hampir selalu menjadi bahasan para ilmuwan lainnya.

Begitulah cara Einstein menapaki hidupnya yang ternyata tak mudah. Orang sehebat Einstein ternyata juga sering gagal, sulit mencari pekerjaan, dan pernah putus asa. Namun minatnya pada ilmu fisika dan matematika tak pernah surut hingga melahirkan teori-teori baru yang mencengangkan. Pencapaian keilmuannya ini ibarat sebuah pendakian panjang untuk mencapai puncak tertinggi keilmuannya di dunia. Dari sanalah Albert Einstein dikenang orang sebagai si superjenius.

Belajar Jadi Pengusaha Ala Einstein

Semua orang sepakat bahwa Albert Einstein adalah seorang ilmuwan dan fisikawan terbesar. Banyak sejarah hidup dan kisahnya yang sangat inspiratif. Mulai dari teori relativitasnya, hingga kisah bagaimana ia menaklukkan segala keterbatasan yang sempat menghalanginya.
Jika ditarik ke ranah kehidupan sosial, sebenarnya apa yang dilakukan Einstein dalam perjuangan hidupnya sangat bisa dijadikan referensi, bagaimana menyikapi berbagai persoalan. Teori-teori yang kesannya sangat ilmiah dan eksak, ternyata jika ditelaah lebih jauh, juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi panduan hidup di bidang non eksak. Termasuk, bagi pengusaha. Banyak ungkapan dan ucapan Einstein yang bisa kita jadikan referensi untuk kemajuan usaha. Apa saja? Mari kita coba telaah lebih jauh.
Imajinasi Albert Einstein pernah mengatakan, “Imajinasi lebih penting dari pengetahuan.” Tentu, bukan sekadar imajinasi sebagai mimpi di siang bolong. Imajinasi diperlukan kita (pengusaha) untuk menentukan target, akan dibawa ke mana usaha yang sedang diperjuangkannya. Imajinasi perlu di-breakdown dalam berbagai rencana, untuk kemudian diarahkan untuk pencapaian-pencapaian berikutnya. Dengan cara itu, imajinasi akan menjadi “panduan” yang mampu mengarahkan kita pada target dan tujuan.
Selalu Bertanya Einstein berkata, “Hal yang penting adalah jangan berhenti bertanya.” Ini sepertinya sederhana. Bagi sebagian orang, bisa jadi malah menjengkelkan. Tapi, di sini sebenarnya adalah kunci dari perbaikan yang berlangsung terus-menerus. Orang Jepang mengenal istilah Kaizen, perbaikan terus-menerus.
Selalu Berpikir dengan Cara yang Berbeda Sebuah ungkapan legendaris Einstein menyebutkan, “ Adalah kegilaan, bagi mereka yang melakukan hal yang sama berulang kali, namun mengharapkan hasil yang berbeda.” Masalah datang dan timbul berulang kali. Kadang, sepertinya masih yang itu-itu saja. Namun, jika ditelaah lebih jauh, biasanya skala permasalahannya pasti berbeda. Karena itu, jika dulu sukses dengan satu strategi, bisa jadi tak akan bisa lagi digunakan strategi yang sama. Di sinilah, kita dituntut untuk selalu berpikir kreatif dan berbeda.
Sadar Kegagalan adalah Pembelajaran Einstein berujar, “Orang yang tak pernah membuat kesalahan adalah orang yang tak pernah mencoba hal-hal baru.” Kita sering menyebut-nyebut “zona nyaman”. Tak ada salahnya memang, kalau kita sudah puas dan tak ingin berkembang. Tapi, jangan salahkan juga jika perubahan zaman terjadi, kemudian tiba-tiba zona nyaman kita tergerus perubahan. Karena itu, alangkah baiknya untuk selalu memulai hal-hal baru untuk kebaikan usaha kita. Jangan takut gagal saat mencoba. Sebab, dari kegagalan-kegagalan itulah, kita akan menemukan banyak jalan untuk meraih keberhasilan.
Penyederhanaan Einstein berkata, “Kalau kamu tak bisa menjelaskan sesuatu dengan sederhana, maka kamu tak mengerti sepenuhnya.” Kesederhanaan adalah kekuatan. Sebab, justru dengan kesederhanaan itu, kita bisa menerjemahkan banyak hal yang mudah dipahami oleh semua konsumen dan pelanggan kita. Saat ini, orang tak lagi ingin diganggu oleh segala macam “bumbu penyedap” yang tak perlu. Mereka akan langsung menuju pada apa yang dibutuhkan. Di sini, sebagai pengusaha kita harus bisa jeli menyederhanakan kebutuhan dan keinginan konsumen, untuk kita terjemahkan dalam produk yang kita jual.

Selamat mencoba..
Salam sukses luar biasa!

Minggu, 13 April 2014

Remaja Lebih Suka Instagram Daripada Facebook

Instagram (2)Seiring dengan makin jamaknya iklan di media sosial, riset marketing menjadi makin penting untuk mengetahui demografi target pasar. Terutama jika bisnis menargetkan remaja sebagai konsumennya. Pemasar tentu ingin tahu di media sosial mana remaja eksis.
Hasil studi terbaru yang dilakukan oleh Piper Jaffray, perusahaan layanan investasi bank dan manajemen aset, menunjukkan bahwa Instagram ternyata lebih populer daripada Facebook dan Twitter di kalangan remaja. Dalam studi tersebut sebanyak 7,500 orang remaja diminta pendapatnya tentang jejaring sosial mana – Facebook, Twitter, dan Instagram – yang paling penting bagi mereka.
Hasilnya, Instagram menduduki peringkat teratas dari dua jejaring sosial lainnya. Adapun Facebook dan Twitter masih digunakan oleh remaja untuk sekadar melihat-lihat dan menyapa teman. Di penghujung tahun 2013, Twitter berhasil mengalahkan Facebook dan Instagram sebagai jejaring sosial paling penting bagi remaja. Di tahun 2012, Facebook menjadi jawara.
Dalam satu tahun aplikasi jejaring sosial ini membuat rekor pemakaian di kalangan remaja tertinggi mengalahkan Facebook sebesar 7%. Tahun lalu persentase pemakaian Facebook oleh remaja sekitar 34%, dan tahun ini turun menjadi 23%. Twitter juga mengalami penurunan dari 30% menjadi 27%.
Instagram merupakan jejaring sosial photo-sharing di mana pengguna bisa mengunggah foto dan video serta memasang filter yang membuat tampilan foto menarik layaknya gambar Polaroid. Jejaring sosial ini diciptakan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger dan dirilis pada 2010.
Tak lama setelah peluncuran, aplikasi berbasis di San Fransisco ini memperoleh 100 juta pengguna aktif. Puncak kepopulerannya terjadi pada tahun 2013 di mana pertumbuhan Instagram lebih cepat daripada kombinasi Facebook, Twitter, YouTube, Google+, Pinterest, dan Tumblr.
Kepopulerannya membuat Facebook tertarik mengakuisisi dengan harga US$100 juta. Selain Instagram dianggap sebuah ancaman yang harus ‘diamankan’, CEO Facebook, Mark Zuckerberg melihat potensi Instagram yang bisa menghasilkan banyak uang.
Tak sedikit pengguna setia Instagram yang memprotes akuisisi tersebut dan mengancam tak akan menggunakan Instagram lagi. Mereka tak ingin platform favorit mereka dibanjiri iklan oleh Facebook. Meskipun sudah ada iklan di Instagram, tapi terbukti pengguna setianya tak kemana-mana malah meningkat, setidaknya para pengguna usia remaja.
(Sumber: berbagai sumber)

Marketing: Mengubah Kesalahan Menjadi Peluang

Mengubah Kesalahan Marketing Menjadi PeluangKesalahan yang dibuat dalam bisnis dapat membuat kita takut dan malu. Padahal, sejatinya kesalahan atau kesulitan yang kita buat dapat diubah menjadi kesempatan untuk menampilkan profesionalisme, integritas, dan keaslian dari bisnis.
Lalu, bagaimana cara memulihkan reputasi setelah terjadi kesalahan? Berikut tips mengubah kesalahan menjadi peluang.
Ingat, kesalahan dapat menjadi guru terbaik
Ketika uang masuk, telepon berdering, pelanggan senang, dan semuanya berjalan lancar kita cenderung lupa untuk meningkatkan, berinovasi, atau memperluas bisnis.
Kapan Anda lebih termotivasi serta terdorong untuk mengubah pendekatan marketing atau mendatangkan penjualan? Bagaimana dengan menambahkan nilai serta meningkatkan layanan kepada pelanggan? Apakah Anda lebih mungkin berpikir tentang hal ini ketika pelanggan senang atau pelanggan tidak puas?
Nyatanya, kreativitas dan inovasi berkembang dengan baik jika kita berada di bawah tekanan. Belajarlah dari kesalahan dan temukan cara untuk membuatnya lebih baik atau mencegah hal itu terjadi di masa depan dan membuat perubahan.
Sadari, kesalahan dapat memanusiakan Anda serta membantu membangun hubungan
Kita semua pernah membuat kesalahan. Kesalahan dapat membuat kita lebih bisa terhubung dan didekati pelanggan dan rekan bisnis. Siapa yang tidak pernah salah ketik, salah kirim email, salah bicara, atau membuat keputusan yang salah?
Kuncinya adalah bagaimana kita mengatasinya, bangkit kembali, dan melakukan sesuatu. Bisakah kita menggunakan kesalahan atau blunder tersebut untuk membangun hubungan.
Menjadikan kesalahan kita sebagai studi kasus untuk membantu pelanggan terhindar dari kesalahan yang sama atau sebagai kesempatan untuk menampilkan prosedur baru yang lebih baik.
Gunakan kesalahan sebagai kesempatan untuk menunjukkan karakter
Jika Anda membuat sebuah kesalahan atau membuat keputusan yang salah segera lah memperbaikinya. Jika Anda memiliki pelanggan yang tidak puas segera atasi. Jadilah seseorang yang professional. Akui kesalahan, minta maaf dan dan segera perbaiki.
Dengan bersikap terbuka, jujur, dan bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat, reputasi Anda bukan hanya terlindungi, Anda juga dapat memiliki lebih banyak orang yang ingin bekerja sama karena sikap dan tindakan yang telah dilakukan.
Editor: Wahid FZ, Sekar Ayu
Sumber: Startupsmart

Pendekatan Pemasaran Terhadap Perempuan, Harus Beda!

Pendekatan Pemasaran Terhadap Perempuan, Harus Beda!. (Foto: Memobee)
Pendekatan Pemasaran Terhadap Perempuan, Harus Beda!. (Foto: Memobee)
Lelaki dan perempuan sangatlah berbeda. Sehingga bisnis perlu memasarkan produk kepada mereka dengan cara yang berbeda pula.
Robert Craven, pakar marketing percaya bahwa perusahaan yang tidak mengubah pendekatan pemasaran mereka untuk perempuan akan tertinggal.
Perempuan saat ini memegang keputusan-keputusan kunci. Sayangnya menurut Faith Popcorn, ahli tren konsumen terkemuka Amerika mengatakan, kebanyakan perusahaan berpikir bahwa mereka tidak memasarkan kepada perempuan – yang membeli 80% produk.
Mereka tidak berbicara dengan perempuan dan mereka tidak tahu bagaimana cara berbicara dengan perempuan. Mereka benar-benar tidak menyadari bahwa perempuan memiliki bahasa dan caranya sendiri.
Sedangkan Martha Barletta, penulis Marketing To Women menuturkan bahwa perempuan adalah pengambil keputusan utama untuk barang-barang konsumen di 85% rumah tangga.
Barletta menjelaskan bagaimana wanita mencapai keputusan pembelian dengan cara yang berbeda dibanding laki-laki. Keduanya berkomunikasi dengan cara yang berbeda dan mereka tidak membeli dengan alasan yang sama.
Barletta menekankan bahwa perempuan hanya ingin transaksi langsung, perempuan tertarik untuk membuat suatu hubungan. Ke manapun mereka pergi, mereka selalu membuat koneksi, dan 91% wanita mengatakan iklan tidak mengerti mereka.
Untungnya, terus meningkatnya daya beli konsumen perempuan telah mengubah cara bisnis, membuat dan memasarkan produk.
Konsumen perempuan ingin tahu produk apa yang akan ditawarkan untuk mereka. Bagaimana hal ini akan membantu mereka atau membuat hidup mereka lebih mudah dan bagaimana perempuan mendapatkan informasi ini, mereka melakukan banyak penelitian.
Perempuan sebagai konsumen jelas bukan kelompok yang homogen yang berperilaku dan bertindak dengan cara yang seragam. Bersikap menggurui, sombong atau tidak tulus tidak akan membuat penjualan meningkat. Perempuan akan senang dengan merek yang mengakui gaya hidup mereka.
Sangat penting untuk memikirkan setiap pembeli potensial perempuan sebagai individu dan fokus pada kebutuhan-kebutuhannya.
Satu pelajaran yang kita dapat dari sini adalah iklan penjualan berbasis tradisional akan kurang efektif dan cara-cara komunikasi seperti word-of-mouth dan viral marketing mungkin akan bekerja lebih baik.
Agar selangkah lebih maju, sekarang saatnya untuk merancang produk (dan kampanye pemasaran) yang benar-benar menarik bagi kebutuhan pembelian dan kebiasaaan perempuan.
Perempuan bukanlah ceruk pasar atau minoritas – merek memiliki uang, bagi banyak perusahaan, perempuan sebagai pengambil keputusan dan konsumen memegang peranan kunci untuk kesuksesan di masa depan.
Bisnis-bisnis yang tidak mengubah pendekatan mereka. Lebih penting lagi, beberapa pesaing akan mengambil pentingnya berkomunikasi secara efektif dengan perempuan.
Jadi, apa yang harus dilakukan? Perempuan sekarang memegang peranan penting sehingga mereka harus dirayu. Jika mengabaikan mereka, bisnis Anda dalam bahaya!
Editor: Wahid FZ
Sumber MarketingDonut

Menargetkan Pasar Perempuan dalam Kampanye Marketing

pasar perempuan
Strategi marketing untuk menjangkau pasar perempuan. Foto/ www.trainbellresort.com
Dengan kata lain, kampanye yang Anda buat dan rancang benar-benar ditujukkan untuk perempuan. Penelitian terbaru Beyond Pink: Marketing To Women mengungkapkan beberapa fakta menarik tentang pasar perempuan serta daya beli mereka. Berikut beberapa fakta menarik tentang perempuan dikutip koozai.com:
  • Perempuan menyumbang sekitar 85% dari total pembelian konsumen, mulai dari mobil hingga perawatan kesehatan.
  • Sekitar 75% perempuan bertanggung jawab atas pengeluaran rumah tangga.
  • Tahun 2014, hampir 21 juta dari semua ibu online akan mengunjungi blog.
  • Sekitar 68% pengguna kode QR adalah perempuan.
  • Ibu sedang online (melalui komputer atau mobile) menghabiskan sekitar 6 jam per hari.
  • Perempuan menghabiskan 40% lebih banyak waktu mereka di media sosial ketimbang laki-laki.
Tentunya penelitian ini dapat digunakan secara efektif untuk menargetkan audiens perempuan. Pertanyaannya, apa cara efektif yang bisa dilakukan untuk menargetkan perempuan?
Untuk menjawabnya, terlebih dahulu Anda harus mengetahui siapa pasar perempuan yang ditargetkan, atau apakah Anda mengubah ulang pemasaran dan fokus ke arah perempuan?
Dalam hal ini, Anda harus meluangkan lebih banyak waktu untuk meneliti sebelum meluncurkan kampanye, 80:40. Di mana 80% waktu Anda harus dihabiskan untuk research dan insight target pasar dan 20% untuk eksekusi.
Berikut 4 aturan utama yang perlu Anda ikuti jika ingin kampanye Anda yang menargetkan perempuan sukses:
Kenali mereka
Jika ingin memasarkan produk ke mereka, Anda harus tahu lebih mendalam tentang mereka. Siapakah target audiens Anda Anda, generasi Y atau Baby Boomers?
Ini penting, mengetahui demografi target audiens, serta tahap kehidupan mereka merupakan kuncinya. Intinya, kenali audiens dan Anda akan mencapai mereka dengan lebih efektif.
Bangun hubungan
Bagi perempuan, membangun hubungan adalah hal yang sangat penting. Mereka mengharapkan Anda memperlakukan mereka seperti teman. Jadi, dengarkan dan berbicara lah dengan mereka, mungkin akan berakhir dengan pembelian.
Bicara dalam bahasa mereka
Bicaralah dalam bahasa mereka. Jika Anda menargetkan perempuan muda, Anda harus mempekerjakan seseorang yang dapat berbicara bahasa mereka. Lihat forum, blog, review, komunitas, dan pelajari bahasa dan kata-kata yang mereka gunakan. Dengan begitu, Anda mungkin akan menemukan beberapa kata kunci yang bisa dimasukkan ke dalam Google secara rutin.
Tambahkan pria dalam kampanye
Perempuan ingin menonton video yang dibintangi oleh pria. Menurut penelitian, 88% perempuan lebih mungkin tergoda jika menampilkan seorang pria. Jika tidak percayaa, lihatlah video di bawah, bagaimana perusahaan ini mengambil risiko dengan menampilkan pria dalam kampanye mereka.

Sukses Pemasaran Online? Ikuti Jejak Brodo

sepatu-brodo
Produk sepatu Brodo
Dalam sebuah usaha, pemasaran menjadi tulang punggung berjalannya bisnis. Bagi UKM yang baru memulai bisnis dengan dana terbatas, pemasaran menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tapi, era digital dan media sosial mengubah segalanya.
Kini media sosial menjadi sebuah cara yang jauh lebih ‘murah’ bagi bisnis untuk memasarkan produk dan layanannya. Tak heran jika media sosial menjadi perangkat wajib bagi UKM.
Brodo, merek sepatu buatan anak negeri ini menjadi salah satu UKM yang sukses memanfaatkan media sosial Facebook untuk memasarkan produk sepatunya. Bisnis ini awalnya menggunakan Facebook hanya untuk meningkatkan brand awareness karena upaya penjualan dari gerai mereka tak cukup baik pada saat itu.
Hingga pada akhirnya mereka menemukan fakta bahwa penjualan terbesar berasal dari website mereka. Brodo pun memutuskan menggunakan Facebook untuk mendorong penjualan online dan berinteraksi dengan para pelanggannya.
Nah, mau sukses seperti Brodo? Kita bisa mengikuti jejak sukses pemasaran online Brodo melalui Facebook Ads. Berikut tips meningkatkan kinerja Facebook Ads.
Harus relevan. Targetkanlah orang-orang yang memiliki ketertarikan dan kesukaan yang relevan dengan produk kita. Gunakan demografi untuk menargetkan orang-orang yang sepertinya tertarik dengan usaha kita. Kita bisa memilih lokasi, bentangan usia, atau bahasa yang mereka kuasai pada setting-an iklan.
Anjuran untuk melakukan aksi. Masukkan call to action yang kuat seperti “Klik di sini” atau “Pesan sekarang”. Tombol semacam itu mendorong orang-orang dan memberikan mereka sebuah gambaran tentang apa yang terjadi jika mereka mengklik iklan.
Pilih gambar yang menarik. Pasang gambar yang menarik dan relevan dengan isi iklan sehingga mudah diasosiasikan dengan produk atau layanan yang kita berikan. Pastikan gambar cukup jelas dan menarik jika dilihat dalam ukuran kecil.
Sederhanakan landing page. Pastikan ketika calon pelanggan mengklik iklan, mereka dialihkan ke sebuah halaman yang mudah dinavigasi dan memberikan informasi yang relevan dengan iklan yang ditampilkan.
Lakukan percobaan. Cobalah bermacam-macam tipe iklan untuk lebih mengerti iklan atau konten apa yang tepat bagi audiens. Pastikan gambar dan konten diperbarui secara berkala agar tampilan dan isi iklan tak membosankan.
Sumber: Webbershandwick

Senin, 07 April 2014

Project Inspire 2014, Mengubah Dunia dalam 5 Menit

Mungkin kita sering menganggap lima menit adalah waktu yang singkat, dan lima menit itu kita sia-siakan begitu saja. Padahal, dengan waktu lima menit, Anda bisa mengubah dunia lewat program Project Inspire.
Caranya, Anda hanya perlu memaksimalkan lima menit waktu yang Anda miliki, untuk kemudian menuangkannya ke dalam video. Dengan begitu,  Anda bisa memperbaiki kehidupan para perempuan di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.
Project Inspire
Ini adalah kali ke empat Project Inspire dilaksanakan sejak debutnya pada tahun 2011, dan program ini merupakan bantuan yang diprakarsai oleh MasterCard bersama Komite UN Women Singapura untuk membantu para pemuda yang ingin mengubah dunia perempuan menjadi lebih baik.
“Sumber daya global harus dikerahkan untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk para wanita yang bersifat jangka panjang,” kata Trina Liang-Lin, Presiden, Singapore Committee for UN Women.
“Dengan tingkat pengangguran anak muda di tingkat global mencapai 12.6% atau sekitar 73 juta orang, Project Inspire berharap dapat menunjukkan kekuatan organisasi sosial sebagai pekerjaan yang layak dan memiliki manfaat berlipat kepada masyarakat,” tambahnya.
Sepanjang perjalanan Project Inspire, Indonesia sudah menyumbangkan dua finalisnya untuk program tersebut , meski belum ada yang berhasil menjadi juara.
Pertama terjadi di tahun 2011 oleh tim Wangsa Jelita. Kemudian di tahun 2012, Gloria Arlini – Project Light yang sempat mempresentasikan program pemberdayaan perempuan dengan lampu tenaga matahari di kepulauan Riau juga sempat menjadi salah satu dari 10 finalis.
Nah, jika Anda merasa tertantang dan ingin mencoba, Anda hanya perlu menyerahkan video berdurasi lima menit yang berisi cerita tentang bagaimana uang sebesar US$ 25.000 (hampir mencapai Rp 290 juta) akan Anda gunakan. Tentunya untuk memperbaiki kehidupan perempuan.
Karena program ini merupakan inisiatif yang memberikan kesempatan kepada para peserta usia 18-35 tahun untuk memberdayakan wanita dan anak perempuan di lingkungannya. Ada dua hadiah lain yang diperebutkan selain US$ 25.000, yakni US$ 10.000 (hampir Rp 115 juta) kepada pemenang Special Recognition Awards dan hadiah khusus kepada pemenang People’s Choice Award.
Georgette Tan, Group Head, Communications, Asia/Pasifik, Timur Tengah dan Afrika, MasterCard, menuturkan, “Proyek Inspire terus mencari ide-ide dari anak muda yang ingin membuat perbedaan. Namun keberhasilan nyata dari program ini adalah dengan menyaksikan perkembangan para pemenang tahun-tahun sebelumnya dan dampak yang mereka ciptakan terhadap kehidupan perempuan, anak-anak perempuan, dan masyarakat di sekitar mereka.”
Program ini dibuka mulai Sabtu, 8 Maret 2014, dan pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui website Project Inspire, www.5minutestochangetheworld.org.  Batas waktu pendaftaran dan pengiriman video adalah 30 Juni 2014. Pemenang akan diputuskan oleh panel juri dan akan diumumkan di Singapura pada Sabtu, 30 Agustus, 2014.
Terkadang kita merasa prihatin terhadap orang-orang disekitar kita dan cara mereka menjalani hidup, tapi apakah kita pernah berbuat banyak? Dengan Project Inspire 2014 ini, Anda bisa mengubah dunia mereka dengan hanya menyisihkan waktu lima menit.

Pemasaran Media Sosial Terbaik? Pegawai Anda!

socmedterbaik
Akun Facebook, Twitter, dan media sosial lain sudah lumrah digunakan oleh bisnis masa kini sebagai bagian dari strategi pemasaran media sosial. Tapi, jangan lupa juga bahwa pegawai kita pun memiliki akun media sosial masing-masing dan itulah kesempatan besar untuk memasarkan bisnis kita kepada khalayak.
Mengapa memasarkan bisnis dengan akun pegawai? Sebenarnya, ada juga yang mempertanyakan etika tentang menggunakan akun pegawai sebagai alat pemasaran bisnis. Ada yang menganggap hal itu kurang beretika karena mencampur adukan hubungan pribadi dengan urusan pekerjaan. Tapi, ada juga yang berpendapat bahwa selama konten yang dibagikan lebih memberikan manfaat ketimbang sekadar ‘jualan’, kenapa tidak?
Seperti yang dikutip Businessnewsdaily, CMO PeopleLinx Michael Idinopulos mengatakan, “Orang-orang tidak membeli produk atau layanan dari merek. Mereka membeli dari orang-orang yang mereka kenal dan percaya.” Itulah mengapa memasarkan bisnis melalui akun pegawai layak untuk dicoba.
Memanfaatkan jejaring sosial pegawai juga terbilang lebih efektif dari segi biaya daripada membayar untuk setiap click. Nah, bisnis bisa menjalankan tips berikut bagi para pegawainya untuk mejadi pemasar media sosial yang profesional terlepas dari apapun posisi mereka.
Buatlah profil yang berkualitas. ­Profil pegawai dan merek yang berkualitas adalah langkah pertama untuk menarik audiens. Profil yang berkualitas tak hanya sekadar foto profesional dan mengisi lengkap bagian profil, tetapi juga harus konsisten menggunakan bahasa dalam menyebutkan dan mendeskripsikan perusahaan.
Bangun jaringan yang relevan. Berbicara soal jaringan, masalah relevansi lebih penting daripada kuantitas. Pegawai harus membangun jaringan dengan pelanggan, mitra dan calon pelanggan yang benar-benar mereka kenal.
Pancing keterlibatan jaringan dengan konten bernilai. Elemen ini paling penting, tapi sering kali diabaikan. Bagikan konten yang menarik dan bernilai. Setidaknya sebagian dari konten tersebut diambil dari sumber lain – tidak hanya dari perusahaan tempat ia bekerja atau dari konten pribadi. Dengan begitu pegawai kita tidak terus menerus membicarakan tentang dirinya dan perusahaan saja. Kepercayaan koneksi pun akan turut terjaga dengan cara ini.
Baiknya perusahaan mau membicarakan masalah ini terlebih dahulu dan memberikan pemahaman kepada para pegawainya sebelum menjalankan tips ini. Bagaimana pun juga peran akun media sosial pegawai memegang kunci penting dalam pemasaran bisnis di media sosial.
Sumber: Businessnewsdaily

Menjadikan Indonesia Kiblat Fashion Muslim Dunia

Kiblat Fashion Muslim Dunia
Menjadikan Indonesia Kiblat Fashion Muslim Dunia – HijUp.com
Pertumbuhan muslimah berhijab di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat.
Hal itu terlihat dari terus naiknya permintaan busana muslim, tumbuhnya komunitas-komunitas hijab, serta berbagai kegiatan hijab class di kampus, perusahaan, pengajian, ataupun arisan.
Akli Djumadie, Managing Director HijUp.com ketika ditemui beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang fashion dan tekstil.
Menurut Akli, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sejatinya sangat berpotensi menjadi kiblat fashion muslim dunia. Hal itu tidaklah sulit diwujudkan, mengingat beberapa faktor penunjang seperti tersedianya bahan baku yang melimpah dan iklim kreatif industri fashion yang sangat kondusif.
Kondisi ini tentu  sangat mendukung tumbuhnya desainer-desainer lokal berbakat. Desainer ini bertindak sebagai aktor dari tumbuh berkembangnya industri fashion di Indonesia. Mulai dari pemilihan material, perencangan desain baju, hingga produksi yang berkualitas menjadi kunci kesuksesan dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Nah, produk busana muslim yang berkualitas ini tentunya perlu disampaikan dengan baik kepada pasar, baik lokal maupun dunia. Kami hadir untuk menjembatani pemilik brand busana muslim dengan pasar dan dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan brand-brand islamic fashion di Indonesia.
“HijUp.com berperan sebagai portal e-commerce islamic fashion yang menaruh perhatian besar terhadap perkembangan brand-brand islamic fashion lokal melalui internet ke seluruh penjuru dunia,” tambah Akli.
Pelanggan HijUp.com tidak hanya berasal dari dalam negeri namun juga luar negeri. Sejak meluncurkan layanan pengiriman internasional, HijUp.com telah banyak menerima permintaan dari berbagai negara termasuk Singapura, Malaysia, Perancis, Amerika, dan Dubai.
“Dua dari delapan pengunjung HijUp.com atau sekitar 20% berasal dari luar negeri. Sampai dengan tahun 2013, sudah ada lebih dari 70 brand yang bergabung dengan HijUp.com dengan rata-rata pengiriman 100 per hari,” pungkas Akli.
Editor: Wahid FZ, Sekar Ayu

Membangun Bisnis dengan Sedikit Modal Ala Tiket.com

Membangun_Bisnis
Tahukan Anda bagaimana perjalanan Tiket.com dari awal berdiri hingga besar seperti sekarang? Natali Ardianto Co-Founder & CTO Tiket.com bercerita bagaimana perjalanan Tiket.com dari awal berdiri hingga sukses seperti sekarang.
Tahun 2012, Tiket.com merupakan perusahaan kecil dengan keuangan yang pas-pasan. Tentu dengan kondisi seperti itu, Tiket.com tidak bisa melakukan kampanye marketing secara besar-besaran.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat Ardianto patah semangat. Berbagai upaya dilakukan untuk membangun bisnis-nya tersebut.
Menurut Ardianto, bekerja sama dengan media merupakan strategi yang ia gunakan kala itu dan sangat efektif.
Selain bekerja sama dengan media, Ardianto juga aktif mengikuti lomba. Tujuannya bukanlah mencari hadiah, namun publisitas. Pria murah senyum ini bercerita ketika ia mengikuti sebuah lomba di Pilipina sampai akhirnya menjadi juara.
Ardianto tidak terbuai dengan hadiah yang diterimanya. Namun ia segera mencari berita tentang kemenangannya. Sayang, berita tentang kemenangannya tidak ada, hanya ada satu itu pun di Pilipina – tuan rumah.
Segera Ardianto melayangkan protes ke Kominfo dan meminta mereka untuk membuatkan berita kemenangan tersebut dan menyebarkannya ke media. “Kominfo menyambut baik kami, itulah strategi awal-awal kami,” terang pria murh senyum ini.
Setahun kemudian (2013) secara finansial Tiket.com mulai stabil, cashflow sudah mulai positif. Dari situ, Tiket.com sudah berani melakukan aktivitas marketing yang lebih agresif.
Promosi mulai gencar dilakukan di berbagai media, baik online – Google Adword, SEM (Search Engine Marketing), dan offline – koran, radio, pameran, serta melakukan kerja sama strategis dengan pihak bank dan perusahaan lain,  business-to-business.
Menarik investor
Menurutnya, bagi sebuah perusahaan baru untuk menarik investor itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kegigihan dan konsistensi. Sayangnya, terkadang anak muda suka menyabotase diri.
Merasa dirinya tidak mampu (minder), belum melakukan apa-apa sudah merasa dirinya tidak pantas, tidak mungkin mampu. Padahal, dengan konsistensi, kegigihan dan tentunya network apapun bisa dilakukan.
Ketika baru berdiri 6 bulan, Tiket.com ingin Kereta Api Indonesia bergabung. Kalau ditanya kalian siapa, sudah pasti minder. Tapi dengan kegigihan dan konsistensi, dalam waktu beberapa bulan saja, mereka bergabung dengan Tiket.com.
Ardianto menambahkan, selain media, dan mengikuti lomba, networking juga sangat penting. Sekarang ini networking bisa dilakukan di mana saja. Apalagi saat ini komunitas banyak sekali, mereka memiliki spesifikasi tertentu, di situ kita bisa bertemu dengan orang-orang media, calon investor, calon network di pasar yang sama, atau rekan yang bisa menjadi partner di masa depan.
(Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Tiket.com. Anda bisa membacanya di Majalah Youth Marketers edisi 07. Klik di sini.)
Editor: Wahid FZ

Pasar Muslim Indonesia yang Menggiurkan

pasar muslim indonesia
Pasar muslim Indonesia sangat menggiurkan. Photo/HRG.ORG
Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Ada sekitar 85,2% atau sekitar 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Banyaknya penduduk muslim di Indonesia cukup memberi banyak pengaruh terhadap bisnis.
Hal itu terlihat dari banyaknya bisnis yang kini berlomba membuat produk syariah, Wardah misalnya. Perusahaan kosmetik yang didirikan sejak 1995 menjadi contoh bagaimana suksesnya mereka di pasar muslim Indonesia.
“Kami menyadari bahwa banyaknya perempuan muslim merupakan sebuah peluang yang tidak bisa diabaikan,” ujar Alif Kartika, Brand & Produk Manager PT Paragon Technology and Innovation.
Menurutnya, salah satu faktor pendorong pertumbuhan bisnis mereka adalah tren pemakaian hijab yang belakangan ini telah menjadi lifestyle. Kejelian Wardah melirik peluang ini membuahkan hasil yang manis.
Misalnya saja penghargaan Top Brand Award yang berhasil diperoleh sejak tahun 2012. Keberhasilan Wardah menjadi merek pilihan tak lepas dari upaya mereka menjaga kepercayaan konsumen.
Kontan saja, kesuksesan  yang diraih Wardah mulai diikuti pemain lain. Mereka ramai-ramai membuat kampanye serupa untuk mencicipi gurihnya pasar muslim Indonesia.
Selain Wardah ada juga yang sukses di pasar muslim Indonesia, HijUp.com. Akli Djumadie, Managing Director HijUp.com mengatakan kelas menengah Indonesia pada tahun 2020 akan meningkat sebanyak 85 juta penduduk.
Jika pada tahun 2020 penduduk muslim Indonesia berjumlah 80%, maka kelas menengah muslim mencapai 68 juta. Jika setengahnya adalah perempuan, maka ada 34 juta potensi pasar. Jika diasumsikan yang memakai hijab mencapai 50%, maka ada 17 juta potensi pasar.
Pertumbuhan jumlah muslimah berhijab di Indonesia sekarang ini lagi tinggi-tingginya. Hal itu terlihat dari terus meningkatnya permintaan busana muslim, tumbuhnya komunitas-komunitas hijab, serta berbagai kegiatan hijab class di kampus, perusahaan, pengajian, ataupun arisan.
 “Saya melihat Indonesia memiliki potensi besar, khususnya di bidang fashion dan tekstil. Dengan populasi terbesar di dunia, industri fashion muslim bisa menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia jika dikelola dengan baik,” pungkasnya.
Bagaimana tertarik dengan besarnya potensi di segmen pasar muslim Indonesia? Beritahu kami dalam kolom komentar.