Kamis, 20 Juni 2013

Usaha Budidaya Ulat Hongkong, Menjijikan Namun Menjanjikan

Ulat Hongkong atau Meal Worm adalah jenis ulat yang merupakan bagian dari siklus species serangga Tenebrio Molitor. Dalam siklus hidupnya, serangga yang berwarna hitam tersebut mengalami metamorfosis dari telor - larva - kepompong (pupa) lalu menjadi serangga. Pada tahap sebagai larva tersebut dikenal sebagai ulat Hongkong. Ulat yang panjang tubuhnya 2-3 cm tersebut merupakan makanan bergizi sebagai extra fooding untuk burung. Jika di wilayah anda banyak terdapat bisnis pet shop, pasar burung, atau sebagian masyarakatnya hobi memelihara burung, maka membudidayakan ulat hongkong merupakan usaha yang cukup potensial mendatangkan rupiah.
usaha budidaya ulat hongkong
Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan dalam usaha budi daya ulat hongkong ini adalah mempelajari secara terperinci tentang seluk-beluknya. Dalam taxonomi fauna, serangga Tenebrio Molitor termasuk keluarga Tenebrionidae yang tersebar hampir di seluruh wilayah daratan bumi. Panjang tubuh serangga ini antara 1,2 cm hingga 1,6 cm dengan warna merah atau hitam. Serangga nokturnal ini sering ditemukan di karpet kotor, di sekitar toilet, atau pada pohon-pohon kering. Dalam daur hidupnya yang berlangsung 4 tahap, diperlukan sekitar 3 - 4 bulan untuk mencapai ukuran serangga dewasa. Pada fase telur, ukurannya hanya sekitar 1,8 mm, kemudian akan menetas setelah tujuh hari menjadi larva yang berwarna putih. Kemudian pada fase larva (ulat hongkog), warnanya mulai berubah kuning kecoklatan dan akan mengalami pergantian kulit sebanyak 13-15 kali. Pada fase inilah rupiah mulai bisa didatangkan dengan menjualnya ke peternak burung atau sebagai pakan ikan. Kemudian setelah tiga bulan, larva akan mengalami hibernasi menjadi kepompong. Setelah dua minggu, kepompong mulai pecah menjadi serangga kecil dan siap menjadi indukan yang akan menghasilkan telur. Begitulah seterusnya!
Persiapan Perlengkapan
Dalam usaha budidaya ulat hongkong, beberapa perlengkapan yang harus disiapkan antara lain:
  • Kandang (rumah) pemeliharaan yang terbuat dari papan triplek atau kotak berbahan plastik. Sementara bangunan secara keseluruhan dibuat permanen untuk menghindari serangan tikus atau semut serta 95% bangunan tertutup. Suhu ruangan yang baik berkisar antara 28-30°C.
  • Media pemeliharaan sebagai tempat perkembangbiakan, terdiri dari campuran ampas tahu kering dan dedak halus (polard).
  • Serangga Tenebrio Militor. Anda juga bisa menggunakan larvanya sebagai bibit awal. Diperoleh dari peternak sejenis atau menangkap langsung di alam.
  • Pakan ulat hongkong, yaitu limbah sayuran berair.

Melakukan Kegiatan Pemeliharaan
Setelah peralatan dan bibit tersedia, maka kegiatan pembudidayaan siap dimulai. Indukan serangga Tenebrio yang di letakkan pada sebuah tempat tertutup dibiarkan melakukan perkawinan untuk menghasilkan telur. Jumlah induk sekitar 250 gr tiap kotak peti. Taruh kapas pada alas kotak peti sebagai media peletakan telur serangga. Biasanya kapas telah berisi telur setiap minggu, jadi ganti seminggu sekali kapasnya. Letakkan pada kotak lain agar dapat menetas menjadi larva ulat hongkong yang siap jual.
Agar ukuran ulat hongkong menjadi besar-besar, maka diberikan banyak makanan. Bahan pakan berupa limbah dapur seperti sayuran, mentimun, buah pisang dan lainnya. Begitu juga dengan induknya. Harga 1kg ulat hongkong berkisar 20.000 - 30.000 rupiah. Demikian sekilas tentang usaha budidaya Ulat Hongkong yang menurut stigma sebagian orang adalah menjijikan namun sebenarnya cukup menjanjikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar