Sabtu, 12 Januari 2013

Cara Perhitungan Usaha Marketing

SEPERTI yang kita ketahui bahwa usaha marketing terdiri atas enam bagian yaitu: memperbanyak calon konsumen, memperbesar persentase dari calon konsumen menjadi konsumen, bagaimana seorang konsumen bisa membeli lebih banyak, bagaimana seorang konsumen bisa membeli lebih sering, bagaimana konsumen memberi referensi lebih banyak dan bagaimana meningkatkan margin.

Usaha marketing adalah cara yang sistematis dan sangat mudah dilakukan serta telah terbukti mampu meningkatkan penjualan berbagai perusahaan bahkan hingga ribuan persen dalam waktu singkat.

Contoh usaha marketing: Memperbanyak lead (calon konsumen), misal 10 ribu (%) lead menjadi konsumen, misal 5% Total 5% X 10 ribu = 500. Pembelian rata-rata per konsumen Rp100 ribu. Total penjualan = 500 X Rp100 ribu = Rp50 juta. Rata-rata pembelian 1X sebulan (omzet per bulan = Rp50 juta). Tidak ada yang memberi referensi, jadi penjualan tetap Rp50 juta. Margin keuntungan 20% = 20% X Rp50 juta = Rp10 juta.

Penjelasannya sebagai berikut: misalnya sebelum kita punya sebuah usaha (bisnis), kita sudah punya calon konsumen sebanyak 10 ribu orang. Setelah kita memasang iklan, persentase para calon konsumen menjadi konsumen kita adalah 5%-nya sehingga total konsumen kita adalah 500 orang. Kemudian pembelian rata-rata per konsumen misalnya Rp100.000 per orang. Maka total penjualan = Rp100.000 x 500 orang = Rp50.000.000.

Pada saat kita menaikkan usaha marketing sebesar 20 persen saja, keuntungan yang kita peroleh bukan hanya meningkat 20 persen tetapi mencapai 200 persen. Cara menghitung keuntungan yang diperoleh tersebut adalah: jika kita mampu meningkatkan persentase jumlah calon konsumen menjadi konsumen sebesar 20 persen dari persentase awal sebesar lima persen menjadi enam persen (dengan cara memasang iklan pada tempat, jam, headline, dan info yang tepat) berarti kita juga meningkatkan frekuensi pembelian.

Namun kita juga harus selalu ingat bahwa kita harus bisa memikirkan bagaimana memperbanyak persentase calon konsumen menjadi konsumen. Dan tentu saja semuanya itu harus selalu diukur. Semoga bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat! (//ade)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar