Rabu, 31 Desember 2014

Langkah Mengembangkan Pola Pikir Jutawan

Setiap orang pasti memiliki pola pikir yang berbeda-beda. Menurut Carol S. Dweck, 2008 dalam bukunya Change Your Mindset - Change Your Life, pola pikir manusia dibagi menjadi dua, yaitu pola pikir tetap dan pola pikir berkembang. Pola pikir orang Jutawan biasanya masuk pada pola pikir yang berkembang. 

Mereka selalu berinovasi pada sesuatu yang mereka tekuni dan cintai, selain itu para jutawan selalu memiliki pandangan-pandangan alternatif dan konstruktif, dan tidak menutup diri akan saran-saran sehingga mereka dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam kerjanya. Yang terpenting, mereka selalu berpikir apa yang dicapainya, tidak lepas dari campur tangan Sang Pencipta. Pola pikir seperti inilah yang perlu dikembangkan.

Berikut lima langkah mengembangkan pola pikir Jutawan menurut situs www.breakthroughmillionaire.com.

1. Menulis tujuan yang ingin dicapai

Sebuah penelitian menunjukan bahwa seseorang yang menuliskan tujuan yang ingin dicapai dan menempelkannya pada sesuatu yang mudah terlihat, maka mereka akan lebih cepat memperoleh tujuan mereka dari pada mereka yang tidak melakukannya. Hal itu terjadi karena ketika melihat kertas kecil tersebut, maka akan teringat bahwa anda mempunyai alasan mengapa harus bekerja keras. Saran yang dapat dianjurkan, buatlah 3 prioritas tujuan utama yang harus dicapai. 

Tingkat pertama adalah tingkat jangka pendek. Tingkat pendek ini berisi tujuan dalam waktu dekat, semisal  seminggu, atau satu bulan. Tingkat berikutnya tingkat menengah. Tingkat menengah berisikan tujuan beberapa tahun kedepan. Tingkatan terakhir adalah jangka panjang. Misalnya, ingin pensiun dan memiliki uang yang cukup di usia 50 tahun. Untuk itu, ada baiknya anda menempelkan kertas tujuan tersebut di berbagai sudut ruangan yang menyebabkan anda benar-benar tidak dapat mengabaikan kertas itu.

2. Jangan mempedulikan orang-orang yang berusaha menjatuhkan diri ketika sedang merintis karier

Mendengar kesuksesan seseorang kadang membuat iri. Terdengar sangat ironis, namun begitulah kenyataannya. Asal tahu saja, cepat atau lambat anda akan bertemu dengan orang-orang yang ingin menjatuhkan diri atau sekedar menuntun ke jalan yang berujung petaka . Maka dari itu anda harus dapat mengaplikasikan peribahasa “tebal kulit” ke dalam pemikiran . 

Jika kesulitan untuk mempraktekan hal tersebut, ada cara lain yang dapat membantu untuk menghindari perkataan-perkataan yang dapat mempengaruhi anda, yaitu dengan berusaha menempatkan diri di sekeliling orang-orang yang memang tulus ingin sukses. Dengan begitu anda mendapatkan masukan-masukan positif ketika ada masalah. Ingat, untuk menjadi jutawan bukanlah hal yang mudah, namun itu adalah suatu tantangan terbesar untuk mencapai tujuan hidup. “The Road to superstardom is one that many fear treading, but for those that do wander down it, a great reward awaits." - Toward Craft.

3. Berkomitmen untuk berproses, bukan berfokus untuk hasil

Pengalaman terbaik yang dapat diperoleh adalah melalui tantangan besar. Tantangan besar itu selalu muncul dengan sendirinya. Sebagai orang yang ingin menjadi jutawan, tantangan terbesar adalah menghindari fokus yang mementingkan hasil dan konsisten pada suatu proses. Dalam berproses yang benar, usahakanlah anda mengabaikan istilah berhasil atau gagal. 

Yang ada adalah selalu melakukan hal-hal yang memang seharusnya dilakukan demi keberhasilan dan kesuksesan. Ada sebuah kutipan yang berhubungan dengan masalah ini yang sekiranya dapat memotivasi, “Hambatan adalah sesuatu yang menakutkan bagi seseorang ketika diharuskan mengambil mata demi tujuan”. Ungkapan ini dapat memperjelas orang-orang yang terlalu tenggelam dengan kekayaan sehingga tidak bisa berkembang.
  
4. Buatlah pola pikir positif mengenai uang, kesuksesan, dan kekayaan

Hal ini bukanlah suatu rahasia lagi bahwa orang-orang yang tidak suka dengan kekayaan, kemungkinan untuk sukses akan menjadi kecil, bahkan tidak ada. Anda mungkin tidak mendapatkan pendidikan yang layak, atau keluarga tidak memiliki uang, atau mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang melakukan tindakan serakah dan egois. Namun hal itu adalah masa lalu. Anda tidak bisa membiarkan masa lalu mempengaruhi masa depan agar tidak menjadi negatif. Misalnya, dengan menganggap bahwa uang tunai adalah akar dari segala kejahatan. 

Untuk masalah itu, anda harus menemukan cara untuk menghilangkan persepsi tersebut sebelum membentuk sebuah tujuan. Caranya misalnya menganggap uang sebagai alat untuk membantu diri sendiri dan orang lain untuk mencapai kebebasan finansial. Dengan begitu anda jauh lebih mungkin untuk memperoleh kekayaan. Ada tiga hal yang anda dapat lakukan dengan uang menurut Dave Ramsey, seorang penulis versi New York Times, bersenang-senang, membantu orang lain, dan berinvestasi.

5. Jangan biarkan kesuksesan, merubah kepribadian

Kerendahan hati adalah atribut terbesar bagi seseorang untuk dimiliki. Tidak ada yang suka dengan  orang yang mengklaim dirinya sebagai orang kaya, namun ternyata gagal untuk memberikan kebahagian bagi orang lain. Sebuah pencapaian atau kesuksesan jangan sampai memrubah diri anda secara pribadi, cukup dengan merubah kualitas hidup semata. Dengan murah hati, anda dapat memperoleh kesempatan untuk menjadi kaya. Namun untuk mempertahankannya, murah hati saja tidak cukup. Sikap lain seperti tetap harus berhemat ketika sudah kaya nanti juga penting. 

Cukup sering terdengar orang-orang yang kaya, beberapa tahun kemudian bangkrut akibat salah dalam pengelolaan keuangannya. Berhemat setelah sukses memang tidak mudah. Untuk mengatasinya, buatlah anda kondisi anda “menjadi miskin”. Suatu tindakan untuk menyisakan uang yang dimiliki untuk melakukan apa yang disukai. Selebihnya uang sisa yang dimiliki dialokasikan untuk kebutuhan keluarga, kebutuhan pendidikan sang buah hati, membuka lahan usaha, dan berinvestasi. Buatlah uang yang dimiliki selalu berputar dan selalu bertambah.(vaa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar