Kamis, 04 Juli 2013

Bagaimana Mengukur Ide Bisnis Anda?


ide-bisnis
Anda merasa memiliki ide bisnis brilian dengan potensi luar biasa? Atau mungkin Anda memiliki insight untuk mengatasi segala kendala yang sedang dihadapi? Luar biasa! Perusahaan paling sukses saat ini pun diciptakan karena insight-insight seperti itu.
Misalnya YouTube yang didirikan oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim – sebelumnya mereka adalah karyawan PayPal.
Konon, ide awal Hurley dan Chen untuk membuat YouTube muncul setelah mereka mengalami kesulitan berbagi video yang telah mereka rekam di sebuah pesta makan malam.
Ketika Anda berhasil memecahkan masalah Anda sendiri atau orang lain, bagaimana Anda tahu itu memiliki peluang besar? Jika hanya menjual produk, lebih baik Anda membuat dan menyebarkannya ke pasar. Tetapi jika ingin membangun bisnis dari itu, tentunya Anda harus memiliki pasar yang cukup besar.
Jadi pertanyaannya adalah bagaimana menentukan permintaan pasar dari ide start-up Anda?
Google
Anda bisa mencarinya di Google. Google memiliki sebagian besar jawaban yang Anda cari. Lantas, bagaimana memanfaatkan Google untuk membantu Anda? Gunakan  
Google Adword – alat untuk mencari jumlah orang yang mencari apa yang coba Anda lakukan.
Masukkan kata kunci tertentu di kotak pencarian, pilih negara target atau negara, dan Google akan menunjukkan jumlah rata-rata pencarian lokal dan global bulanan. Ini adalah indikator yang baik dari permintaan.

Purwa rupa produk
Guy Kawasaki mengatakan bahwa, riset pasar terbaik adalah dengan melemparkan produk pasar dan melihat apakah orang membelinya. Rencana bisnis terbaik adalah menciptakan sesuatu yang besar dan bisa dijual dengan cepat.

Jadi, bagaimana bisa sampai ke pelanggan ketika bisnis Anda masih dalam tahap ide? Membuat purwa rupa produk adalah jawabannya. Idenya adalah membuat sebuah produk yang dapat mewakili ide utama start-up atau yang memecahkan masalah inti pelanggan.

Bentuknya bisa berupa slide presentasi, kotak dialog, atau hanya sebuah landing page. Sebuah prototipe dapat menjadi produk yang sebenarnya berfungsi dengan fitur inti yang ditawarkan.

Kemudian berbagilah dengan jaringan Anda dan lihat respon mereka. Apakah mereka bersemangat untuk menggunakannya? Apakah memenuhi kebutuhan mereka atau produk Anda mengatasi masalah mereka? Apakah mudah untuk digunakan?

Landing page
Anda tidak (belum) memiliki produk tapi ingin pelanggan membelinya? Landing page merupakan pilihan terbaik. Buatlah teaser atau laman arahan promosi yang menyoroti proposisi inti dari start-up Anda. Mintalah alamat email mereka dengan menawarkan imbalan atau hanya untuk memperbarui kapan start-up diluncurkan.

Jumlah email pelanggan akan menentukan berapa banyak orang yang tertarik pada start-up Anda. Untuk meningkatkan traffic, Anda bisa menggunakan Google Adword dan kampanye pemasaran Facebook. Kemudian arahkan iklan ke laman arahan untuk mendorong traffic. Gunakan juga Google Search dan jaringan mitra untuk menyebarkan kampanye tersebut.

Tentunya Anda lebih suka menghabiskan sedikit uang ketimbang membangun produk yang tidak diinginkan pelanggan bukan?

Crowdfunding
Crowdfunding merupakan sarana yang sangat baik untuk produk Anda dalam mencari dana. Platform seperti Kickstarter, RocketHub, Indiegogo telah mempopulerkan konsep ini. Platform ini berfungsi untuk mempertemukan start-up yang mencari dana dengan individu yang tertarik untuk berkontribusi pada ide atau produk di internet.

Selain mencari dana, Anda juga bisa mengetahui berapa banyak orang yang tertarik dengan produk atau jasa tersebut.

Apapun jalan yang Anda gunakan, pastikan Anda membuat atau membangun sesuatu yang pelanggan inginkan. Seperti apa yang dikatakan Kawasaki, “This isn’t rocket science. It’s mostly hard work and luck.”
Sumber:business2community

Tidak ada komentar:

Posting Komentar