Pemasaran merupakan kunci penting dalam kesuksesan bisnis baik bisnis
kecil bahkan bisnis yang sudah mapan. Bahkan, bagi sebagian pebisnis
pemasaran produk atau jasa yang handal sebenarnya lebih penting dari
produk atau jasa itu sendiri. Bisa jadi produk berkualitas pas-pasan
dapat menjadi sukses jika dipasarkan dengan benar. Dengan kenyataan
seperti itu, tentunya strategi pemasaran sangat penting.
Berikut beberapa langkah untuk meningkatkan efektifitas strategi pemasaran bagi bisnis Anda:
1. Bekerja lebih cerdas
Banyak orang yang
menganggap strategi pemasaran yang paling efektif adalah yang paling
mahal, padahal belum tentu juga. Biasanya pengusaha yang baru mememulai
bisnis kecil lebih menggunakan pemikiran yang cerdas untuk berfokus
pada pada penyederhanaan.
Penyerdehanaan ini bisa dicapai dengan mengurangi produk yang tidak
perlu, seperti meminimalkan anggaran promosi perdagangan, pemangkasan
produk baru dan lain-lainya. Maka pemasar yang hebat harus bekerja lebih
cerdas.
2. Menjangkau pasar global
Pengusaha yang
berbasis pada bisnis kecil harus memperluas pemasaran baik di dalam
maupun di luar pasar domestik. Coba luangkan waktu untuk mempelajari
tantangan untuk melakukan bisnis di luar negeri dan mencari tahu
bagaimana melayani pelanggan asing.
Perlu Anda ketahui juga World Wide Web telah memungkinkan setiap
pemasar untuk membuat penawaran mereka secara global dan dapat diakses
lewat internet. Jika Anda menjalankan bisnis ini belum global, maka
Anda akan kehilangan kesempatan yang baik. Karena untuk pasar global
peluangnya masih terus berkembang.
3. Berpikir di luar kotak
Dalam aturan usaha
berpikir di luar kotak memang bisa diandalkan. Dalam berpikir dengan
cara ini adalah berpikir dengan menggunakan perspektif yang baru di luar
masalah yang ada.
Bisa di contohkan dalam usaha, strateginya tidak berfokus pada
penurunan harga untuk memenuhi persaingan, tapi memberi nilai tambah
untuk meningkatkan penggalaman pelanggan itu sendiri. Dalam strategi
Nordstrom mengungkapkan berfokus pada kualitas pengalaman pelanggan dan
bukan pada harganya yang sangat efektif.
4. Pertimbangkan aturan “80/20”
Hampir semua
orang berusaha untuk mencapai keseimbangan dalam hal apapun yang mereka
lakukan. Dan ini yang selalu disarankan dan direkomendasikan oleh
kebanyakan orang. Namun, aturan 80/20 menunjukan ketidakseimbangan yang
memiliki keunggulan tersendiri.
Percaya atau tidak, justru ketidakseimbangan proporsi inilah yang
benar-benar dapat menghasilkan manfaat luar biasa jika mereka mampu
merespon dengan baik.
5. Memanfaatkan teknologi
Semakin banyak
perusahaan yang mulai membuka situs web dan menggunakan fasilitas
internet sebagai alat pemasar. Pada jaman sekarang internet sudah
menjadi incaran bagi pebisnis untuk memasarkan produknya.
Beberapa perusahaan tradisonal dan pebisnis kecil sudah menggunakan
internet sebagai alat pemasar yang handal dan banyak yang menuai
kesuksesan.
6. Usahakan selalu dekat dengan pelanggan
Dekat
dengan pelanggan adalah salah satu strategi dalam pemasaran. Semakin
dekat berarti memerlakukan pelanggan atau klien seolah-olah mereka
adalah mitra strategis bagi Anda. Hal ini penting untuk memuaskan mereka
baik dari segi produk maupun jasa.
Perlu diketahui juga, pelanggan dapat dengan mudah mendeteksi
ketidakpedulian dan ketidaktulusan yang dilakukan oleh para pemasar.
Maka untuk jangka panjang, klien dan loyalitas pelanggan merupakan
tantangan yang harus dihadapi oleh setiap pebisnis jika mau menjadi
sukses.
7. Menjaga klien yang sudah ada dan mendapatkan klien yang baru
Dalam
mengembangkan usaha kecil harus terus menerus mencari pelanggan baru.
Sekaligus juga bagaimana membuat suasana yang menyenangkan bagi
pelanggan yang ada. Kebanyakan para pebisnis yang gagal dikarenakan
tidak bisa mempertahankan dan memelihara pelanggannya.
Perlu diingat, salah satu kunci untuk pemasaran dan pertumbuhan
dalam usaha adalah selalu memperhatikan kebutuhan dari pelanggan. (as)
Minggu, 21 Desember 2014
Jumat, 12 Desember 2014
Tips Agar Produk Anda Memiliki Branding yang Kuat
Dalam bisnis paling penting bagaimana mem-branding sebuah produk.
Jika produknya bagus, tapi tidak teliti dalam branding, produk tersebut
akan gagal.
CEO Smartpreneur Pro Indonesia, Yuszak M Yahya memberikan tips bagaimana agar sebuah produk memiliki brand yang kuat.
"Kita sebagai pengusaha harus punya cara untuk memasarkan. Cari kekuatan produk Anda, itu yang diangkat," ujarnya.
"Kalau belum menemukan cari terus dan fokus. Jika tetap sama, maka ganti produknya," ujarnya.
Dia menyebutkan banyak pengusaha yang gagal karena produknya tidak diminati. Jumlah persentasinya pun cukup besar.
"Sebanyak 42% pengusaha gagal karena produknya tidak diminati oleh masyarakat. Jangan bikin produk yang enggak dibutuhkan. Kalau bisa harus validasi dengan survei. Tagline juga harus sesuai dengan barangnya," jelas Yuszak. (as/sindonews)
CEO Smartpreneur Pro Indonesia, Yuszak M Yahya memberikan tips bagaimana agar sebuah produk memiliki brand yang kuat.
"Kita sebagai pengusaha harus punya cara untuk memasarkan. Cari kekuatan produk Anda, itu yang diangkat," ujarnya.
"Kalau belum menemukan cari terus dan fokus. Jika tetap sama, maka ganti produknya," ujarnya.
Dia menyebutkan banyak pengusaha yang gagal karena produknya tidak diminati. Jumlah persentasinya pun cukup besar.
"Sebanyak 42% pengusaha gagal karena produknya tidak diminati oleh masyarakat. Jangan bikin produk yang enggak dibutuhkan. Kalau bisa harus validasi dengan survei. Tagline juga harus sesuai dengan barangnya," jelas Yuszak. (as/sindonews)
5 Strategi Tepat Dalam Pemasaran Jasa
Bisnis
jasa merupakan bisnis yang menjual layanan kepada para konsumen yang
membutuhkan. Berbeda dengan bisnis yang menjual barang, bisnis jasa
menyediakan produk yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan
kepemilikan apapun bagi konsumen yang menggunakannya. Jika bisnis produk
atau barang dapat dimiliki konsumen setelah terjadi transaksi, bisnis
jasa hanya bisa memberikan kualitas pelayanan yang diharapkan pelanggan
setelah mereka melakukan transaksi walaupun tidak dapat memiliki
pelayanan tersebut seterusnya.
Dalam menjalankan bisnis jasa, juga dibutuhkan adanya strategi pemasaran. Namun sebelum menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan, perlu diperhatikan bahwa strategi pemasaran jasa
berbeda dengan strategi pemasaran bisnis yang menyediakan produk atau
barang. Bisnis jasa lebih cenderung memberikan pelayanan kepada konsumen
dengan berhubungan langsung, oleh karena itu bisnis jasa mengukur
keberhasilan strategi pemasaran dengan tingkat kepuasan yang diperoleh
konsumen.
Untuk
menghasilkan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan
optimal. Berikut kami berikan strategi tepat pemasaran jasa yang dapat
dicoba :
- Berikan pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena biasanya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama pelayanan yang mereka harapkan.
- Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran karyawan yang menangani konsumen dengan baik merupakan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Karena kinerja karyawan menentukan citra perusahaan jasa.
- Disamping itu, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa sebaiknya di sesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen.
- Gunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin cepat pula pelayanan yang diberikan untuk konsumen.
- Sesuaikan budaya yang berkembang saat ini. Karena peluang pasar bisnis jasa juga dipengaruhi dengan budaya yang berkembang saat ini.
Kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen menjadi pemasaran paling tepat bagi bisnis jasa. Kenyamanan, solusi tepat, pelayanan prima, dan keramahan karyawan menjadi kunci sukses bisnis jasa.(vaa)
Rabu, 26 November 2014
Marketing Plan: Detail dan Bagaimana Membuatnya
Bagi Anda pemilik perusahaa pastinya ingin agar brand
Anda dikenal dan juga angka penjualan yang terus meningkat. Kesuksesan
seperti itu bukan lagi mimpi belaka jika Anda melakukan kegiatan marketing dengan tepat. Untuk melakukan kegiatan marketing yang tepat, Anda perlu membuat marketing plan.
Dengan membuat marketing plan, Anda bukan hanya dimudahkan dalam proses berpikrnya, tetapi Anda juga dapat terus mengevaluasi dan memperbaharui marketing plan yang telah ada sesuai dengan feedback dan hasil yang diterima. Berikut adalah langkah-langkah membuat marketing plan yang baik dan mudah.
1. Buat Executive Summary
Untuk memastikan bahwa pihak-pihak yang bekerja sama dengan Anda mengerti tentang perusahaan Anda, pada marketing plan, Anda harus menjelaskan garis besar mengenai seluk beluk perusahaan yang Anda jalankan.
2. Tentukan Target Customer
Agar perusahaan Anda dapat memasarkan
produk ataupun jasa yang ditawarkan kepada pelanggan dengan baik dan
tepat sasran, Anda harus menentukan target customer pada marketing plan yang Anda susun. Semakin spesifik, maka semakin mudah juga untuk menarik perhatian target customer Anda. Anda juga dapat melakukan penelitian kecil seputar customer behavior yang tentunya akan berguna untuk menjalankan kegiatan marketing Anda.
3. Jelaskan Unique Selling Preposition (USP)
Paparkan secara seksama beberpa keunikan
pada produk maupun jasa yang Anda tawarkan. Dengan USP yang produk
maupun jasa yang diuraikan dalam marketing plan, Anda telah menyediakan pembanding produk dan jasa dari perusahaan Anda dengan kompetitor.
4. Tetapkan Strategi Harga dan Positioning
Dengan USP dan target market yang telah Anda tentukan, Anda dapat menentukan ‘positioning’ yang tepat untuk produk maupun jasa yang Anda tawarkan dalam marketing plan Anda. Anda juga dapat menentukan range harga yang tepat untuk produk dan jasa yang Anda miliki sehingga dapat memberi image yang tepat untuk brand Anda.
5. Rencanakan Kegiatan Distribusi yang Jelas
Sesudah menentukan harga dan positioning serta perilaku konsumen pada tahap penentuan target customer,
Anda dapat merencanakan kegiatan distribusi untuk menjual produk dan
jasa Anda. Anda bisa memilih media berjualan ataupun kegiatan penjualan
yang cocok untuk diterapkan pada produk dan jasa yang ditawarkan. Ini
merupakan salah satu bagian dari marketing plan yang tidak boleh terlupakan.
6. Tawarkan Apa yang Dapat Anda Berikan
Selain USP pada produk maupun jasa yang Anda tawarkan, Anda juga bisa memberikan penawaran lainnya kepada target customer maupun pelanggan lama Anda seperti voucher belanja, free trial, maupun paket dengan harga khusus. Dengan penawaran yang tercantum pada marketing plan Anda, Anda dapat merencanakan kapan penawaran tersebut dilakukan.
7. Buat Daftar Keperluan Marketing
Demi mengggapai angka penjualan yang
tinggi, Anda harus memikirkan hal-hal apa saja yang akan dibutuhkan oleh
tim pemasaran ketika menyusun marketing plan untuk memasarkan produk maupun jasa yang Anda miliki. Hal-hal yang umumnya dapat dijadikan untuk melakukan kegiatan marketing adalah website, brosur dan juga kartu nama.
8. Susun Strategi Promosi
Agar kegiatan Marketing yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar, ada baiknya jika Anda segera menyusun strategi promosi yang sesuai dengan bidang perusahaan Anda dalam marketing plan yang akan Anda susun. Anda dapat membuat iklan di televisi, press release di berbagai media baik online maupun tradisional, dan juga menyusun event yang diselenggarakan pada momen dan tempat yang sesuai dengan target customer.
9. Siapkan Strategi Online Marketing
Jangan melupakan kegiatan online marketing!
Di era yang modern seperti ini, banyak sekali pengguna internet yang
mencari informasi agar dapat memenuhi kebutuhannya. Anda dapat melakukan
strategi-strategi seperti penggunaan keyword, optimalisasi search engine,
memasang iklan berbayar di sejumlah situs dan juga melakukan kegiatan
pemasaran melalui media sosial dan mencantumkannya secara detail dalam marketing plan.
10. Rancang Conversion Strategy
Ingin menambahkan angka penjualan? Anda dapat menggunakan conversion strategy dalam marketing plan Anda. Conversion strategy
adalah suatu cara di mana Anda dapat mengubah calon konsumen yang
potensial utnuk menggunakan produk maupun jasa yang Anda tawarkan. Untuk
melakukannya, Anda dapat mengubah kata-kata pada brosur atau website
agar menjadi lebih persuasif. Selain itu Anda juga dapat memperkuat social proof dengan menambahkan testimonial pada website Anda.
11. Jalin Kerjasama
Anda dapat menjalin kerjasama dengan
perusahaan lain utnuk mencapai kesuksesan bersama-sama. Bagaimana
caranya? Anda dapat mencari tahu berbagai perusahaan yang memiliki
produk maupun jasa yang bersifat komplementer dengan produk maupun jasa
yang Anda tawarkan. Berikan mereka alasan mengapa mereka harus berkerja
sama dengan Anda. Buat rencana ini menjadi lebih detail ketika
disisipkan dalam marketing plan yang akan Anda susun.
12.Coba Refferal Strategy
Ingin agar brand Anda semakin dikenal? Pastikan Anda menjalankan referral strategy dengan baik sehingga setiap customer
akan menceritakan kepuasannya pada saat menggunakan produk atau jasa
yang Anda tawarkan. Perjelas tahap-per-tahap prosesnya dalam marketing plan seperti dengan memberikan hadiah atau penawaran khusus bagi para pelanggan yang terus memberikan pelanggan baru bagi Anda.
13. Rincian Strategi untuk Meningkatkan Penjualan
Untuk meningkatkan angka penjualan, Anda harus menyiapkan strategi yang cocok untuk diaplikasikan pada usaha Anda dalam penyusunan marketing plan.
Anda dapat membuat paket hemat jasa atau produk Anda, dan juga
melakukan kampanye tersendiri untuk jasa dan produk yang Anda tawarkan.
14. Gunakan Retention Strategy
Untuk mempertahankan pelanggan Anda, Anda dapat menggunakan retention strategy seperti mengirimkan newsletter setiap bulannya, atau memberikan berbagai hadiah untuk customer loyalty programme. Jangan lupa untuk mencantumkan secara detail dalam marketing plan sehingga semua kegiatan promosi berada dalam track yang jelas.
15. Perkirakan Rincian Rencana Keuangan
Perincian rencana keuangan yang Anda buat pastinya tidak akan 100% tepat. Namun dengan membuat perkiraan ini dalam marketing plan,
Anda dapat membayangkan secara garis besar rencana kegiatan yang akan
Anda lakukan beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan.
Dengan membaca 15 langkah singkat dalam menyusun marketing plan di atas, Anda dapat menjalankan strategi marketing yang tepat untuk brand
Anda. Namun, jangan sampai Anda melupakan hal utama selain kegiatan
pemasaran, yakni desain pada berbagai perlengkapan untuk kegiatan
pemasaran dan untuk ‘perlengkapan’ brand Anda seperti website, logo dan juga kemasan produk untuk Anda.
8 Langkah Membuat Strategi Marketing dan Promosi Sukses
Membangun keikutsertaan pelanggan dapat menjadi hal penting dalam strategi marketing. Jika pelanggan merasa terlibat dalam merek Anda, maka mereka cenderung akan percaya dan loyal. Namun sangat banyak hal untuk membangun strategi marketing yang tepat, dan lebih unggul dari yang dilakukan pesaing.
Setiap hari ada ide-ide baru dari para pemasar dalam mempromosikan produk mereka. Jika strategi promosi dan marketing ini benar, maka pesan yang ada didalamnya akan dapat sampai ke pelanggan dengan baik, yakni untuk menarik pelanggan agar mau membeli dan setia pada produk mereka. Berikut adalah delapan hal penting untuk membuat strategi marketing dan promosi yang luar biasa:
1. Fokus pada solusi
Inilah apa yang benar-benar dicari pelanggan. Dan ketika ada permintaan, setengah dari pekerjaan pemasaran Anda berhasil. Produk dan jasa yang memiliki permintaan tinggi akan mendapat perhatian pertama dan lebih sering. Berikan target pasar Anda apa yang mereka inginkan atau apa yang membuat mereka tertarik untuk melihat. Tawarkan sesuatu yang seolah berteriak “Aku pemecah masalah” atau “Aku solusi cepat”, dan pesan Anda itu akan mendapatkan perhatian.
2. Bertujuan pada target pasar
Pemasaran yang tidak mencapai target akan diklasifikasikan sebagai pemborosan, tidak efisien atau junk (seperti dalam “junk mail“). Kegiatan marketing yang mencapai target pasarnya tergolong menarik, efektif dan sangat efisien. Kuncinya adalah untuk memberikan target pasar Anda sesuatu yang menarik bagi mereka. Jika Anda seorang warga negara yang sudah paruh baya tertarik pada musik klasik, berita singkat tentang rilis musik terbaru dari band rock-and-roll terbaru tidak akan menarik – sehingga warga negara tersebut bukanlah bagian dari target pasar Anda.
3. Gunakan judul dan sub judul
Buatlah judul-judul ini (dan sub judul) provokatif, pemikiran yang memprovokasi, ekstrim dan benar-benar tak terduga. Salah satu berita terbaik yang pernah saya lihat – yang saya tahu mendapat banyak perhatian – adalah “Things the Government Won’t Tell You About Terrorism.” Satu lagi yang menarik perhatian yang sama adalah “7 Mistakes Banks Make Every Day.” Keduanya akan mendapatkan perhatian dan membuat orang ingin membaca lebih lanjut.
4. Memiliki pesan yang sangat jelas
Grafis memang bisa menarik perhatian, tapi itu bukan satu-satunya alat untuk mengkomunikasikan pesan Anda. Jangan biarkan pengunjung hanya melihat gambar pada iklan itu! Pakar iklan terkenal, David Ogilvy pernah berkata, “Saya tidak menganggap iklan sebagai hiburan atau sebuah bentuk seni tetapi sebagai media informasi. Ketika saya menulis sebuah iklan, saya tidak ingin Anda sekedar memberitahu tahu bahwa saya kreatif. Saya ingin Anda tertarik hingga Anda membeli produk tersebut.” Anda tidak dapat membuat orang lain memperhatikan pesan-pesan yang membosankan atau tidak jelas.
5. Coba strategi marketing melalui pesan ekstrim
Kenyataannya adalah, pemasaran ekstrim itu bekerja. Hal-hal negatif dan kesalahan justru mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Berikut adalah contoh judul atau pesan yang mendapatkan perhatian karena sifat ekstrim mereka:
- Bagaimana Cara Mengubur Perusahaan Dalam Satu Minggu
- Bagaimana Cara Membuat Tenaga Penjualan 10 Persen Lebih Efisien
- Bagaimana Cara Menumbuhkan Laba 0.005 %
Semua judul ini mungkin akan menarik perhatian dan membuat Anda ingin membaca karena sifat mereka yang ekstrem.
6. Gunakan strategi promosi saling berkaitan
Ini adalah cara lain untuk mendapatkan perhatian, terutama terjadi di kalangan content marketer saat ini. Sederhananya, informasi yang ditawarkan sebagai insentif untuk kontak baru. “Kaitan” ini menjadi prospek! atur pemasaran Anda untuk komunikasi lebih lanjut. Berikut adalah beberapa contoh dari kaitan ini:
Hubungi kami hari ini untuk perhitungan pinjaman pegadaian gratis.
Download resep ebook gratis yang menggunakan rempah-rempah dan bumbu kami.
Mampir hari ini untuk vas gratis untuk bunga di Hari Ibu.
Semua keterkaitan ini menawarkan sesuatu yang bernilai untuk pelanggan potensial agar tertarik. Mereka semua tidak hanya memberikan sepotong perhatiannya kepada Anda tetapi akan meningkatkan respon terhadap Anda juga.
7. Memanfaatkan benda, bentuk, dan ukuran yang tidak biasa
Hal lain yang perlu dipertimbangkan ketika ingin produk Anda untuk bisa dikenal dan diingat adalah menciptakan sesuatu dengan ukuran berbeda atau memiliki warna berbeda atau tidak seperti format umumnya. Ini termasuk potongan surat, warna atau pesan yang ekstrim, berbentuk aneh dan memilih waktu yang tidak biasa untuk mendekati target pasar Anda, seperti berbicara tentang Natal di musim semi. Carlsbad Brewery pernah menjatuhkan paspor palsu di sistem kereta bawah tanah New York City untuk memberitahu target pasar mereka tentang produk baru yang mereka luncurkan. Mencari paspor di kereta bawah tanah benar-benar hal yang tak terduga; itu bukan sesuatu yang bisa Anda lihat setiap hari sehingga pesan Carlsbad pun berhasil mendapat perhatian target pasarnya.
8. Jawab secara langsung “Apa untungnya bagi calon pelanggan?”
Holiday Inn Express mengiklankan bahwa motel mereka memiliki ” showerhead nomor satu berdasar penilaian pelanggan.” Pernahkah Anda diminta untuk menilai sebuah shower? Holiday Inn menemukan ini penting untuk target pasar mereka dan mengkomunikasikan pesan ini langsung kepada mereka. Anda dapat mendengarkan dan membaca semua tentang fitur dari Holiday Inn Express, tapi mendengar tentang nomor satu showerhead dari penilaian pelanggan ini adalah sesuatu yang semua pengunjung inginkan. Apa manfaatnya bagi mereka? Shower yang istimewa. Shower yang unggul mendapatkan perhatian.
Sukses dalam menjalankan bisnis tidak lepas dari strategi marketing ataupun strategi promosi dari perusahaan. Jika saat kegiatan marketing dan promosi saat ini masih belum membuahkan hasil yang signifikan, Anda akan berada pada posisi sulit pada saat berkompetisi dengan kompetitor Anda. Semoga 8 langkah di atas berguna dan dapat membantu Anda memenangkan persaingan!
10 Tips Strategi Promosi Efektif yang Belum Anda Ketahui
Dalam memasarkan produk dari suatu brand,
Anda akan memerlukan strategi promosi yang tepat pada sasaran. Dengan
strategi promosi bisnis yang tepat, Anda akan meraih kesuksesan pada
bisnis Anda. Bukan hanya itu, Anda juga akan mendapatkan kesempatan
untuk mencapai target penjualan Anda dan juga mendulang brand awareness
ketika strategi promosi dijalankan. Untuk mencapai itu semua, simak 10
tips dari strategi promosi bisnis dari Sribu.com berikut ini!
1. Gunakan Media Sosial
Di era yang serba mobile ini, media sosial sudah menjadi suatu hal yang wajib dimiliki brand Anda. Melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Anda dapat melakukan strategi promosi dengan memperkenalkan brand dan
juga produk yang ingin Anda pasarkan kepada pengguna media sosial.
Dengan menggunakan media sosial, maka pendekatan yang akan Anda lakukan
menjadi lebih personal dan juga menjadi ‘lebih dekat’ dengan target market.
2. Adakan Lomba
Siapa sih yang tidak suka menjadi pemenang?
Tentu saja semua orang suka untuk memenangkan sesuatu. Oleh karena itu,
menjadi salah satu penyelenggara kontes atau menjadi sponsor dalam
salah satu kontes yang sedang direncanakan adalah ide strategi promosi
yang baik. Dengan menampilkan logo Anda pada kontes atau perlombaan
tersebut, maka brand yang akan Anda promosikan akan dikenal oleh peserta lomba.
3. Bagi-bagi Produk
Jika brand Anda sedang ingin
memperkenalkan produk atau varian baru dari produk yang pernah
dikeluarkannya, maka salah satu strategi promosi yang cocok untuk
dilakukan adalah dengan memberikan produk langsung kepada target market. Pembagian produk ini bisa diberikan secara cuma-cuma dalam bentuk sample atau tester.
4. Mendata Pelanggan/Target Market
Mengumpulkan data pelanggan merupakan
kegiatan yang kami rekomendasikan. Pada saat proses perkenalan produk
ataupun penjualan berlangsung, pastikan Anda mendapatkan data pelanggan
sesuai dengan kebutuhan Anda sehingga akan berguna untuk strategi
promosi maupun rencana perusahaan berikutnya.
5. Berikan Insentif untuk Setiap Rekomendasi
Berikan insentif bagi pelanggan setia Anda
yang memberikan rekomendasi kepada calon pelanggan lainnya untuk
menggunakan produk dari brand yang Anda pasarkan. Insentif dapat
diberikan dalam wujud yang berbeda, seperti kupon diskon, sejumlah uang,
atau produk Anda sendiri. Dengan cara tersebut, pelanggan setia Anda
akan terus menggunakan dan semakin semangat untuk merekomendasikan
produk Anda. Hal itu tentunya merupakan salah satu strategi promosi yang
jitu!
6. Tempatkan Produk di Tempat yang Tepat
Penempatan produk yang baik adalah
penempatan produk pada toko yang dapat menambahkan angka penjualan. Anda
bisa saja memindahkan produk Anda untuk diletakkan diantara 2 jenis
produk lain yang merupakan komplementer dari jenis produk yang Anda
jual. Anda juga bisa menempatkan produk yang Anda pasarkan pada ujung
gang toko sehingga mudah untuk ditemukan. Dengan memanfaatkan segi letak
produk dalam toko, tentunya ini menjadi strategi promosi yang jitu, bukan?
7. Lakukan Kegiatan Amal/CSR (Corporate Social Responsibility)
Salah satu strategi promosi lainnya adalah dengan menunjukkan rasa peduli brand terhadap isu di sekitar masyarakat/target market yang biasa ditunjukkan melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) sambil mempromosikan brand atau roduk teretentu yang ingin dipromosikan. Dengan kegiatan ini, brand Anda akan mendapatkan label baik dan disukai oleh masyarakat.
8. Gunakan Barang Promosi
Dalam menjalankan strategi promosi, Anda boleh menggunakan barang promosi (seperti kaos, kalender dan merchandise lainnya) yang telah diberikan label berupa logo brand
Anda sehingga ketika barang promosi tersebut digunakan oleh seseorang,
maka barang tersebut telah mengingatkan orang disekitarnya untuk
menggunakan produk dari brand tersebut.
9. Susun Acara untuk Mengapresiasi Pelanggan
Selenggarakan acara bagi para pelanggan
setia produk yang akan Anda promosikan. Susunlah acara yang menarik,
banyak hadiah dan tanpa ada stand untuk berjualan serta tanpa
harus memaksa para peserta membeli apa pun pada acara tersebut. Dengan
strategi promosi melalui acara-acara tersebut, loyalitas dari peserta acara tersebut akan bertambah dan begitu juga rasa senang pelanggan dengan brand Anda.
10. Lakukan Survey Pembeli setelah Penjualan
Untuk meningkatkan kualitas produk yang dipasarkan dan juga pelayanannya, maka ada baiknya bagi Anda untuk melakukan survey
pada setiap pelanggan setelah penjualan. Anda bisa melakukannya di
tempat, melalui telepon maupun melalui email. Tetunya strategi promosi
berbentuk survey ini mempermudah pelanggan untuk menyampaikan baik pujian maupun keluhan tentang produk yang digunakan/dikonsumsi.
Dari 10 tips yang sudah Sribu bagikan di
atas, Anda dapat melakukan berbagai kombinasi strategi promosi yang
menarik dengan tips tersebut sepeti menyelenggarakan kontes melalui
media sosial dan memberikan barang promosi setelah pelanggan menjawab
pertanyaan pada survey yang diselenggarakan. Mudah dan juga menarik untuk dicoba, bukan??
Namun, sebelum strategi promosi yang ingin
Anda jalankan dimulai, pastikan hal-hal seperti logo perusahaan, desain
label dan juga brosur/poster yang akan digunakan telah terdesain dengan
baik. Melalui Sribu.com, Anda akan mendapatkan puluhan hingga ratusan
pilihan desain berkualitas dengan berbagai kategori desain (desain logo, merchandise, brosur
dan lain-lain) dalam waktu singkat dan tentunya dengan harga yang
terjangkau. Jasa desain Sribu.com tentunya akan cocok bagi Anda yang
sudah tidak sabar untuk melakukan strategi promosi agar angka penjualan
segera melonjak dengan cepa
10 Pelajaran Pahit Mendapatkan Klien di Awal Perjalanan Sribu
“In the business world, everyone is
paid in two coins: cash and experience. Take the experience first; the
cash will come later.” – Harold S. Geneen
Saya sangat setuju dengan pernyataan dari Harold S. Geneen di atas.
Meski pun secara materi saya tidak mendapatkan keuntungan pada kontes
pertama yang dijalankan Sribu, namun saya merasa bahwa pengalaman ini
adalah baby steps atau langkah awal yang sangat berharga dan menjadi
langkah awal mengembangkan Sribu.10 Pelajaran Pahit yang Saya Dapatkan
Klien pertama (Arjuna Elektronik) kami dapatkan 3 bulan
setelah Sribu berjalan, dan 30 klien selanjutnya dalam 6 bulan
setelahnya. Angka yang tergolong sangat kecil bagi bisnis online dimana
membuat bisnis scaling adalah fokus utama. Apa yang terjadi? Apa saja
yang menyebabkan sebegitu susahnya mendapatkan klien? Pengalaman pahit
apa saja yang dilewati?
1. Tidak Fokus
Tidak Fokus
Pada saat itu, saya sendiri tidak fokus untuk mendapatkan
klien karena takut bahwa desainer yang sudah join akan merasa bosan
apabila tidak ada aktivitas di Sribu. Maka waktu itu kami banyak
menghabiskan waktu untuk ‘keep the desainer happy’ dengan cara membuat
dummy kontes dengan uang sendiri atau posting-posting content di social
media.
Padahal seharusnya saya tidak perlu sampai melakukan hal
itu. Yang perlu saya lakukan hanya fokus dalam upaya untuk mendapatkan
klien. Dengan melakukan hal itu, saya yakin saya bisa mendapatkan klien
pertama Sribu dalam waktu yang lebih singkat.
2. Memulai dari Orang yang Belum Dikenal
Sribu mendapatkan klien pertamanya pada bulan ketiga
setelah diluncurkan. Sangat lama, bukan? Ya, hal ini terjadi bukan hanya
karena saya tidak fokus dalam mencari klien. Tapi juga karena saya
menggunakan strategi marketing yang kurang tepat.
Upaya mendapatkan klien pertama dalam 3 bulan tersebut
adalah berusaha mendekati orang-orang yang tidak saya kenal melalui
kegiatan online marketing.
Namun, setelah Ronald menutup kontes pertama Sribu, saya
terpikir, mengapa saya tidak menghubungi orang-orang yang ada di dekat
saya saja? Dan begitu saya mencoba menghubungi teman dan saudara, saya
malah mendapatkan hasil yang lebih baik dari pada saya mencoba meraih
pelanggan yang tidak saya kenali.
3. Tidak Melakukan Riset
Riset adalah hal pertama yang harus dilakukan seorang
entrepreneur sebelum melakukan sesuatu, terutama untuk kegiatan
marketing. Kita semua pasti tau, biaya untuk melakukan kegiatan
marketing tidaklah sedikit. Namun pada saat itu, saya tidak melakukan
riset dan malah mencoba semua marketing channel. Seperti menembak dengan
mata tertutup dengan harapan bisa mengenai target, namun hasilnya pun 0
besar. Tidak ada kegiatan marketing yang sukses pada saat itu.
Sebenarnya, melakukan riset tidaklah serumit yang Anda
bayangkan. Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan seperti mengamati
strategi marketing bisnis lain yang Anda anggap berhasil atau melakukan
survey.
4. Menjalankan Kegiatan Online Marketing yang Tidak Cocok untuk Sribu
Pada saat itu, saya tidak mengerti tentang apa pun. Saya
hanya menjalankan apa yang baru saja saya ketahui. Waktu itu saya
mencoba online push marketing dengan menggunakan Google Display dan
Facebook Ads yang berakhir tanpa konversi. Ini semua bukan hanya masalah
uang, namun juga waktu yang banyak dihabiskan untuk mengerjakan dan
menunggu hasil dari iklan ini.
Bagi Anda yang belum mengerti apa itu push marketing, push
marketing adalah salah satu jenis kegiatan marketing yang mendekatkan
perusahaan dengan pelanggan secara langsung dan cenderung lebih agresif.
Jasa yang ditawarkan Sribu adalah jenis jasa yang hanya
akan digunakan ketika sedang dibutuhkan. Sehingga ada beberapa jenis
kegiatan online marketing yang tidak akan sesuai untuk Sribu gunakan.
5. Mencoba Segala Kegiatan Offline Marketing
Canvassing
Karena Sribu adalah pioneer dalam bisnis crowdsourcing di
Indonesia, maka saya mencoba semua marketing channel yang ada. Salah
satu kegiatan marketing yang kami coba adalah canvassing, membagikan
brosur Sribu di jalan. Dengan melakukan hal tersebut, kami baru mengerti
betapa susahnya mengkonversi offline users untuk menjadi online
customers.
6. Terburu-Buru dalam Mencari Klien Besar
Siapa sih yang tidak ingin menghandle brand ternama sebagai
klien? Dengan menghandle brand ternama sebagai klien, trust level
perusahaan bisa meningkat, perusahaan pun juga bisa menjadi semakin
dikenal karena berbagai sorotan yang didapatkan oleh klien dengan brand
besar tersebut. Namun sayangnya, mendapatkan brand besar sebagai klien
tidaklah mudah. Sribu sendiri baru bisa mendapatkan Rice Bowl sebagai
klien setelah 6 bulan Sribu launch dan melalui pitching yang
menghabiskan cukup banyak waktu.
7. Ketidaksiapan dalam Memberi Penjelasan
Terms crowdsourcing masih sangat baru. Tentunya sangat
sulit bagi saya untuk menjelaskannya kepada orang awam. Pada saat itu
saya menjelaskan semua detailnya sehingga membuang banyak waktu. Setelah
melewati beberapa bulan berjalan, saya berpikir bahwa saya sebenarnya
hanya perlu menjelaskan bahwa Sribu adalah perusahaan yang memberikan
jasa desain.
Memberikan penjelasan kepada orang awam mengenai bisnis
yang dijalankan memang bukanlah hal yang mudah. Namun, ketidak-siapan
dalam menjelaskan sesuatu (apalagi presentasi seputar perusahaan) tentu
bisa semakin membuatnya semakin sulit.
8. Menghabiskan Banyak Waktu untuk Meyakinkan Calon Pelanggan
Sebagai perusahaan baru yang masih belum memiliki pelanggan
dan juga portofolio, saya harus meyakinkan calon klien untuk
menggunakan jasa desain dari Sribu. Saya menghabiskan banyak waktu untuk
menjelaskan banyak hal agar calon klien percaya bahwa nantinya akan
mendapatkan desain yang sesuai dengan keinginannya.
Pengalaman ini membuat saya sadar akan pentingnya product
knowledge. Selain itu, kesabaran dan kecermatan dalam menjawab setiap
pertanyaan yang diberikan oleh calon klien sangat diperlukan agar calon
klien Anda bisa mempercayakan uang yang dimilikinya kepada Anda untuk
mendapatkan apa yang mereka inginkan.
9. Melakukan (Hampir) Apa Saja untuk Mendapatkan Klien Pertama
Sebagai lanjutan cerita pada poin sebelumnya, saya pun
nekad melakukan apa saja untuk mendapatkan klien pertama Sribu. Ketika
sampai di kantor Ronald dan berdiskusi, ternyata budget yang disiapkan
hanya Rp 600.000 sementara minimalnya untuk order desain brosur adalah
Rp 1.500.000 (Rp 1.200.000 untuk desainer yang menang dan Rp 300.000
profit Sribu) pada saat itu. Jadi terpaksa saya nombok Rp 600.000 demi
mendapatkan klien pertama dan tanpa profit :).
10. Kesabaran yang Tinggi dalam Merintis Start-Up
Be persistence
Kantor Ronald berlokasi di Daan Mogot Jakarta Barat,
sedangkan saya sendiri berlokasi di Gandaria Jakarta Selatan. Untuk
melakukan perjalanan tersebut dibutuhkan waktu sekitar 2 jam, sehingga
saya menghabiskan hampir seluruh jam kerja saya untuk mempresentasikan
produk Sribu bernilai IDR 1.500.000. Selain itu, saya juga harus tetap
menjalankan kontes pertama Sribu yang harus saya tanggung sebagian
biayanya.
Semua hal tersebut tentu membutuhkan kesabaran ekstra.
Namun saya yakin bahwa segalanya akan berubah menjadi lebih baik jika
seorang entrepreneur bisa sabar dalam melewati setiap milestone yang
ada.
Pengalaman ini tentu tidak hanya dirasakan oleh saya, namun
juga entrepreneur lain yang memiliki bisnis pada bidang yang berbeda.
Namun saya yakin bahwa setiap pengalaman pasti memiliki nilai positif
yang dapat dipelajari bagi entrepreneur untuk mengembangkan bisnisnya.
~ Don’t stop and keep learning.
Langganan:
Postingan (Atom)